BAB I. Aggaran Dasar (AD) Ikatan Alumni Santti Todungih (IAST)

BAB I.
ANGGARAN DASAR

PASAL I.
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Organisasi ini bernama "Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST)" yang didirikan di Todungih, Pada tanggal 11 Robiu Akhir 1430 H, untuk waktu yang tidak terbatas. Organisasi ini berkedudukan di Pondok Pesantren Todungih Kabupaten Pamekasan.

PASAL II. AQIDAH DAN ASAS
Ikatan Alumni Santri Todungih beraqidah islam ala ahlis-sunnah wal-jama'ah dengan berpedoman pada :
a. Di bidang aqidah mengikuti Abu Hasan Al-asy'ary dan Abu Manshur Al-maturidy.
b. Di bidang syari'at atau fiqh mengikuti salah satu madzhab empat, Hanafy, Maliky, Syafi'i dan Hanbaly.
c. Di bidang tasawuf mengikuti Junaidi Al-baghdady dan Al-imam Al-ghozaly.
d. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, IAST berasaskan kepada :

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

PASAL III. 
SIFAT
Orgonisasi ini bersifat kekeluargaan dan kekhidmatan.

PASAL IV
TUJUAN
Tujuan IAST adalah
1. Terbinanya silaturrahim antar alumni santri Pondok Pesantren Todungih.
2. membantu Pondok Pesantren Todungih dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya (Mashlahah Lil-ma'had).
3. Berlakunya aqidah islam ala ahlissunnah wal-jama'ah sebagaimana tersebut dalam pasal II.
4. Terwujudnya sikap tolong-menolong dalam mengembangkan bakat dan dan potensi alumni Pondok Pesantren Todungih (Mashlahah Lil-ummah).

PASAL V
LAMBANG
Lamabang Ikatan Alumni Santri Todungih terdiri dari :
1. Warna Dasar hijau (Keadilan)
2. Segitiga berdiri (Pendirian yang teguh)
3. Bintang sembilan (Aqidah ahlis sunnah wal-jama'ah)
4. Kubah masjid (Dakwah)
5. Jabat tangan (Sosial)
6. Kitab terbuka (Pendidikan)
7. Garis tipis meliputi segi tiga (Akhlaqul karimah)
8. IAST serta kepanjangannya (Identitas Organisasi)
9. Jabat tangan juga melambangkan persatuan


PASAL VI
USAHA
1. Membentuk lembaga dan badan usaha dengan mengupayakan potensi Alumni Santri Todungih.
2. Mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan kepesantrenan.

PASAL VII
KEANGGOTAAN
Anggota IAST terdiri dari :
1. Alumni santri Pondok Pesantren Todungih
2. Alumni murid Madrasah Jabal Fuqoro' Ila Rohmatillah (*)

PASAL VIII
STRUKTUR
Struktur IAST Terdiri dari :
1. Pembina
2. Pengurus IAST
3. Koordinator daerah

PASAL IX
TUGAS, WEWENANG, HAK DAN KEWAJIBAN
Tugas, wewenang, hak dan kewajiban dewan pembina, pengurus IAST dan Koordinator daerah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART)

PASAL X
KEPENGURUSAN
Kepengurusan IAST, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, perlengkapan, humas, pembantu umum dan koordinator daerah.

PASAL XI
PERMUSYAWARATAN
1. Musyawarah kerja (MUSKER)
2. Musyawarah pengurus dengan pembina
3. Musyawarah pengurus dengan Koordinator Daerah
4.  Musyawarah pengurus dengan Koordinator Wilayah

PASAL XII
KEUANGAN
Keuangan Ikatan Alumni Santri Todungih diperoleh dari :
1. Iuran anggota
2. Sumbangan yang tidak mengikat
3. Usaha-usaha lain yang halal

PASAL XIII
PERUBAHAN
Perubahan Anggaran Dasar (AD) ini, hanya dapat diubah oleh keputusan rapat pleno Pondok Pesantren Todungih.

PASAL XIV
PEMBUBUBARAN
Apabila organisasi ini dibubarkan dan telah menyelesaikan tanggungannya, maka segala hak miliknya diserahkan kepada Pondok Pesantren Todungih

PASAL XV
PENUTUP
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Dasar (AD) ini, akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART).
2. Anggaran Dasar ini mulai berlaku pada sa'at disahkan.
__________________________________________
(*) Catatan sekretaris '35-'37 : Fakta dilapangan menunjukkan bahwa ada beberapa anggota IAST yang bukan alumni santri PPT atau murid MJF, namun dengan bergabungnya mereka kedalam organisasi ini maka mereka diakui sebagai anggota IAST, mereka adalah simpatisan IAST.