Batu Kali Mana Bisa Turun Sendiri

Apa yang kami tulis dibawah ini sangat cocok bagi pelajar dan pengajar ilmu shorrof, sebagai jurus jitu untuk mudah menghafal bab-bab fi'il tsulatsi mujarrod.
Fi'il tsulatsi mujarrod terdiri dari enam bab, perbedaan antara satu dengan lainnya, terletak pada 'ain fii'l.

1. Ain fi'il madli fathah sedangkan ain fi'il mudlori' dlommah (Fa'Ala Yaf'Ulu) Seperti Nashoro Yanshuru.

2. Ain fi'il madli fathah sedangkan ain fi'il mudlori' kasroh (Fa'Ala Yaf'ilu) Seperti Dloroba Yadlribu.

3. Ain fi'il madli fathah sedangkan ain fi'il mudlori' fathah juga (Fa'Ala Yaf'Alu) Seperti Fataha Yaftahu.

4. Ain fi'il madli kasroh sedangkan ain fi'il mudlori' fathah (Fa'ila Yaf'Alu) Seperti 'Alima Ya'lamu.

5. Ain fi'il madli dlommah sedangkan ain fi'il mudlori' dlommah juga (Fa'Ula Yaf'Ulu) Seperti Hasuna Yahsunu.

6. Ain fi'il madli kasroh sedangkan ain fi'il mudlori' kasroh juga (Fa'ila Yaf'ilu) Seperti Wamiqo Yamiqu.

Untuk mudah menghafal, ada jurus jitu berupa kalimat-kalimat yang menggambarkan keadaan 'ain fi'il dari enam bab tersebut, seperti "Batu kali mana bisa turun sendiri"

Kalimat diatas terdiri dari enam kata sesuai urutan bab fi'il tsulatsi mujarrod. Untuk penjelasan lebih rinci, lihatlah dibawah ini.

1. BATU : Kata ini awalnya berbunyi fathah dan akhirnya berbunyi dlommah, menggambarkan ain fi'il dalam bab pertama

2. KALI : Kata ini awalnya berbunyi fathah dan akhirnya berbunyi kasroh, menggambarkan ain fi'il dalam bab pertama kedua

3. MANA : Kata ini awalnya berbunyi fathah dan akhirnya berbunyi fathah juga, menggambarkan ain fi'il dalam bab ketiga

4. BISA : Kata ini awalnya berbunyi kasroh dan akhirnya berbunyi fathah, menggambarkan ain fi'il dalam bab keempat

5. TURUN : Kata ini awalnya berbunyi dlommah dan akhirnya berbunyi dlommah juga, menggambarkan ain fi'il dalam bab kelima.

6. senDIRI : Kata ini awalnya berbunyi kasroh dan akhirnya berbunyi kasroh, menggambarkan ain fi'il dalam bab keenam.
Semoga bermanfaat!