Kisah Orang Yang Mengatakan Bahwa Maulid Nabi Bid'ah Sayyi'ah

(Diceritakan oleh Sayyid Alawi Al-Maliki dari
abahnya, Sayyid Abbas Al-Maliki
Rahimahumallaahu ta'aalaa)
ﺗَﻨْﺒِﻴْﻪٌ
PERINGATAN
ﺣَﻜَﻰ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺪُ ﻋَﻠَﻮِﻱ ﺍَﻟْﻤَﺎﻟِﻜِﻲُّ ﺃَﻥَّ ﻭَﺍﻟِﺪَﻩُ ﺍَﻟْﻤَﺮْﺣُﻮْﻡَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺪَ ﻋَﺒَّﺎﺱْ ﺍَﻟْﻤَﺎﻟِﻜِﻲَّ
ﺭَﺣِﻤَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻩُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺣَﻀَﺮَ ﻓِﻲْ ﺑَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻤَﻘْﺪِﺱِ ﺍِﺣْﺘِﻔَﺎﻟًﺎ ﻧَﺒَﻮِﻳًّﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﻋِﻴْﺪِ
ﺍﻟْﻤِﻴْﻠَﺎﺩِ ﺍﻟﻨَّﺒَﻮِﻱِّ ﺗُﻠِﻲَ ﻓِﻴْﻪِ ﻣَﻮْﻟِﺪُ ﺍﻟْﺒَﺮْﺯَﻧْﺠِﻲِّ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺟٌﻞٌ ﺃَﺷْﻴَﺐُ ﻗَﺎﻡَ ﺑِﻐَﺎﻳَﺔِ
ﺍﻟْﺄَﺩَﺏِ ﻣِﻦْ ﺃَﻭَّﻝِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟِﺪِ ﺇِﻟَﻰ ﻧِﻬَﺎﻳَﺘِﻪِ ﻭَﺃَﻓَﺎﺩَﻩُ ﻟَﻤَّﺎ ﺳَﺄَﻟَﻪُ ﻋَﻦْ ﺳَﺒَﺐِ ﻭُﻗُﻮْﻓِﻪِ ﻣَﻊَ
ﻛِﺒَﺮِ ﺳِﻨِّﻪِ ﺑِﺄَﻧَّﻪ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻡُ ﻋِﻨْﺪَ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟْﻤِﻴْﻠَﺎﺩِ ﺍﻟﻨَّﺒَﻮِﻱِّ ﻭَﻳَﻌْﺘَﻘِﺪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ
ﺳَﻴِّﺌَﺔٌ ﻓَﺮَﺃَﻯ ﻓِﻲْ ﻧَﻮْﻣِﻪِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻣَﻊَ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ ﻣُﺘَﻬَﻴِّﺌِﻴْﻦَ ﻟِﺎﺳْﺘِﻘْﺒَﺎﻟِﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻃَﻠَﻊَ ﻟَﻬُﻢْ ﺑَﺪْﺭُ ﻣُﺤَﻴَّﺎﻩُ ﻭَﻧَﻬَﺾَ ﺍﻟْﺠَﻤِﻴْﻊُ ﻟِﺎﺳْﺘِﻘْﺒَﺎﻟِﻪِ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻫُﻮَ
ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻡَ ﻟِﺬَﻟِﻚَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧْﺖَ ﻟَﺎ ﺗَﺴْﺘَﻄِﻴْﻊُ
ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻡَ ﻓَﻤَﺎ ﺍﺳْﺘَﻴْﻘَﻆَ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﻘْﻌَﺪٌ ﻭَﺑَﻘِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺤَﺎﻝِ ﻋَﺎﻣًﺎ ﻓَﻨَﺬَﺭَ ﺇِﻥْ
ﺷَﻔَﺎﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺮَﺿِﻪِ ﻫَﺬَﺍ ﻳَﻘُﻮْﻡُ ﻣِﻦْ ﺃَﻭَّﻝِ ﻗِﺮَﺍﺀَﺓِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟِﺪِ ﺇِﻟَﻰ ﻏَﺎﻳَﺘِﻪِ
‏( ﻧِﻬَﺎﻳَﺘِﻪِ ‏) ﻓَﻌَﺎﻓَﺎﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺰَﻝْ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﺑِﻮَﻓَﺎﺀِ ﻧَﺬْﺭِﻩِ ﺗَﻌْﻈِﻴْﻤًﺎ ﻟَﻪُ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ

Sayyid Alawi Al-Maliki menceritakan bahwasanya
abah beliau, Sayyid Abbas Al-Maliki memberi
khabar kepada beliau sesungguhnya abah beliau
(sayyid Abbas Al-Maliki) berada di Baitul Maqdis
untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi pada
malam ‘ied Milad An-Nabawi, di mana saat itu
dibacakan Maulid Al-Barzanji.

Saat itulah beliau melihat seorang pria tua
beruban yang berdiri dengan khidmat penuh adab
mulai dari awal sampai acara selesai. Kemudian
beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu,
yaitu berdiri sementara usianya sudah tua.
Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia tidak mau
berdiri pada acara peringatan Maulid Nabi dan ia
memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah
bid'ah sayyi'ah (bid'ah yang jelek)
Suatu malam ia bermimpi dalam tidurnya. Dia
bersama sekelompok orang yg bersiap-siap
menunggu kedatangan Nabi Muhammad
shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka saat cahaya
wajah beliau yang bagaikan bulan purnama
muncul, sekelompok orang itu bangkit dengan
berdiri menyambut kehadiran Rasulullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam
Namun hanya ia saja seorang diri yang tidak
mampu bangkit untuk berdiri. Lalu Rasullullah
shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya: "Kamu tidak akan bisa berdiri" Saat
ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam
keadaan duduk dan tidak mampu berdiri. Hal ini
ia alami selama 1 (satu) tahun.

Kemudian ia pun bernadzar jika Allah
menyembuhkan sakitnya ini, ia akan berdiri mulai
awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir
bacaan, kemudian Allah menyembuhkannya.
Ia pun selalu berdiri (mulai awal pembacaan
Maulid Nabi sampai akhir bacaan) untuk
memenuhi nadzarnya karena ta’zhim
(mengagungkan) beliau Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wasallam.

Sumber:Kitab Al-Hadyuttaamm fii Mawaaridil
Maulidinnabawiyyi Wa Maa I’tiida Fiihi Minal
Qiyaam, hal 50-51, karya Sayyid Muhammad Ali
bin Husein Al-Maliki Al-Makki (1287 H – 1367
H)
Wallaahu A'lam

Oleh KH. Abdullah Afif

piss-ktb.com