Orasi Tentang Keorganisasian Oleh Ketua IAST


Ada yang berbeda dipertemuan bulanan bulan dzul-qo'dah 1435 H, kalau pertemuan dibulan-bulan lain, biasanya diisi dengan tahlil setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan kitab, namun untuk kali ini pertemuan dzul-qo'dah tidak diisi pengajian kitab, diganti dengan sambutan sekaligus orasi tentang keorganisasian oleh Ustadz Muhdlor yang menjabat ketua iast '35-'37, dilanjutkan dengan penjelasan media online milik iast oleh sekretaris.

Dalam orasinya beliau menjelaskan arti orasi itu sendiri, arti dan tujuan organisasi, cara kerja organisasi, memberi semangat dan menjelaskan rahasia keberhasilan sebuah organisasi. Berikut kesimpulan orasi tersebut yang berasil ditangkap oleh tim iast online.


1. Organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama atau persatuan untuk mencapai tujuan tertentu, adapun tujuan iast sebagaimana telah kita maklumi adalah khidmah lil-ma'had dan khidmah lil-ummah (mengabdi kepada pesantren dan masyarakat). organisasi ini mirip dengan grup, tapi kalau organisasi punya program dan tujuan tertentu.

2. Orasi adalah pidato pengukuhan atau pemberi semangat. Tujuan iast tidak akan tercapai jika tidak disertai semangat pengurus dan anggota.

3. Pentingnya bekerja sama dan sama-sama kerja, semua tujuan melalui program iast tidak akan tercapai jika pengurus mulai tingkat atas sampai tingkat daerah, begitu juga anggota, tidak bekerja sama dan sama-kerja, sesuai fungsi masing-masing. itulah sebabnya Ketua IAST bersama pengurus harian, menyusun bagan struktur pengurus dan menjelaskan fungsi garis-garis yang ada di dalamnya, agar semua pengurus faham antara garis yang bersambung dan yang terputus-putus, garis vertikal dan horizontal, garis instruksi dan garis koordinasi dan antara pengurus harian dengan divisi-divisi, karena hal inilah yang akan menentukan arah kinerja organisasi.

4. Setiap elemen pengurus saling membutuhkan, jika ada salah satu yang tidak bekerja maka yang lain akan kesulitan yang pada akhirnya program organisasi akan gagal. Kalaupun atasan cerdas tapi bawa han tidak bekerja, maka akan berbalik jadi goblok.

Demikian kesimpulan orasi ketua IAST, kurang lebihnya mohon maaf.