Persiapkan Diri Sebelum Umur 40 Tahun

Sebagian daripada nasihat Rasulullah s.a.w. kepada umatnya ialah:

ﻋَﻼَﻣَﺔُ ﺍِﻋْﺮَﺍﺽِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ، ﺍﺷْﺘِﻐَﺎﻟُﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ، ﻭَ ﺍَﻥﱠ ﺍﻣْﺮَﺃً ﺫَﻫَﺒَﺖْ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻣَﻦْ ﻋُﻤُﺮِﻩِ، ﻓﻲ ﻏَﻴﺮِ ﻣَﺎ ﺧُﻠِﻖَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ، ﻟَﺠَﺪِﻳﺮٌ ﺍَﻥْ ﺗَﻄُﻮﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺣَﺴْﺮَﺗُﻪُ، ﻭَ ﻣَﻦْ ﺟَﺎﻭَﺯَ ﺍَﻷﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻐْﻠِﺐْ ﺧَﻴْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﺮﱢﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺠَﻬَّﺰْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

Artinya: "Adalah dikira (tanda) sebagai berpalingnya Allah Ta'ala daripada seseorang hamba, apabila ia selalu mengerjakan perkara yang tidak berfaidah. Dan seandainya ada sesaat saja daripada umurnya yang telah digunakan pada hal yang bukan merupakan tujuan hidupnya (iaitu beribadat kepada Allah) maka layaklah bahawa akan panjang penyesalannya (pada hari kiamat nanti) dan siapa yang umurnya lebih empat puluh tahun sedangkan kebaikannya masih belum dapat melebihi kejahatannya maka layaklah ia mempersiapkan dirinya untuk memasuki api neraka"(1).

Sebenarnya sekadar ini sudah cukup untuk menjadi nasihay kepada semua orang yang berilmu. Hal ini sebagaimana disampaikan Al-imam Al-ghozaly dalam kitab Ayyyuhal Walad.

Sekedar catatan dari kami, mengingat yang berpesan ini Rasulullah SAW, mungkin yang dimaksud umur 40 tahun disini, berdasarkan tahun hijriyah, yang hitungannya lebih cepat dari pada tahun masehi. 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi. Kalau 40 tahun? Tinggal hitung sendiri.

(1) Terjemah hadits dari hoksape.blogspot.in