Kalau Para Ulama' Dan Auliya' Di Hauli, Kenapa Rosulullah Tidak Dihauli, Tapi Dimaulidi?

Mengapa Nabi Muhammad SAW tidak di hauli, sedangkan para ulama’ dan auliya’ dihauli?

Dalam hal ini kami sajikan ringkasan penjelasan Syaikhina KH. Maimun Zubair (Mbah Mun) kepada Kiai Bahrul Widad.
kenapa Ulama ‘dihauli’ sedangkn Nabi ‘dimaulidi’?. Intinya, Bahwa hari kebahagiaan bagi orang ‘Alim adalah hari wafatnya. Allah memperlihatkan keagungan seorang ‘ulama saat dipanggil menghadapNya (wafat). Karena ketika itu (menjelang wafat) malaikat turun memberi kabar gembira dg mengatakan; janganlah kamu takut dan jangan bersedih karena kamu sudah dijamin oleh Allah berupa surga. (Baca QS Fusshilat; 30)
Berbeda dengan Nabi Muhammad, beliau tidak dihauli tapi di maulidi, sebab bergembira pada hari lahir beliau mendapat pahala, sedangkan wafatnya Nabi dikatakan “hari kesusahan”. Saat bulan Romadlan Rosulullah SAW memberitaukan kepada Siti Fathimah kalau ada info dari Malaikat Jibril, bahwa wafatnya Rosulullah sudah dekat, maka seketika itu Siti Fathimah menangis. Setelah Romadlan turun ayat Al Maidah 03, spontan Sayyidina Abu bakar As-shiddiq menangis sedih karena menangkap isyaroh dr ayat tsb. Sebab setelah wafatnya Rosulullah terputuslah wahyu dan terputus jg hubungan antara ‘arsy dan bumi.
Kalau ada orang menghauli Rosulullah brarti menentang Siti Fathimah yang bersedih sejak 7 bulan sebelum wafatnya Rosulullah dan menentang Sayyidina Abu Bakar yang bersedih sejak 4 bulan sebelum wafatnya Rosulullah saw.

Demilian ringkasan penjelasan syaikhina, semoga bisa beemanfaat, amin.
Dari akun fb Kiai Bahrul Widad (alumni PP Sidogiri dan PP Al-anwar Sarang)