Taujihat Pengasuh Pondok Pesantren Todungih, Untuk IAST Bogor II & IAST DKI-Bekasi

Taujihat Pengasuh Pondok Pesantren Todungih, yang dibacakan oleh Majelis Keluarga PPT dalam kunjungannya ke IAST Bogor II & IAST DKI-Bekasi
____________
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه. اما بعد

Alhamdulillah, Terus terang saya merasa gembira dengan terbentuknya Ikatan Alumni Santri Todungih ini, khususnya di luar Wilayah Madura seperti di Bogor I, Bogor II, DKI, Bekasi dan di Wilayah Surabaya, karena setidaknya hal ini menjadi salah satu penanda bagi kesungguhan kita dalam menjalankan amanah mulia, dalam rangka “Khidmah lil-Ma‘had Khidmah lil-Ummah”. Semoga pengabdian kita senantiasa mendapat balasan yang berkesinambungan dari Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Para Alumni dan Simpatisan sekalian….. Alhamdulillah Pertemuan yang sangat penting ini bisa terlaksana dan mudah-mudahan terus abadi hingga akhirat nanti., bagi Alumni ini suatu momentum di mana kita harus hadir untuk menunjukkan solidaritas/kesetiaan antar sesama dan kekuatan kita, serta memahat citra bahwa kita memiliki semangat untuk bergerak maju dan berjuang secara bersama-sama. Citra semacam ini sangatlah penting bagi kita, khususnya, karena hal tersebut bisa mempengaruhi dan menggiring opini publik untuk ikut bersama-sama dengan kita., Bagi agama, massa yang besar adalah sebuah syiar yang sangat ampuh; sedangkan bagi bangsa, ini merupakan kedaulatan yang sangat kokoh.

Bapak-Bapak dan Saudara-Saudara Alumni sekalian…. Mengenai prinsip keorganisasian, ada satu hal yang memang tidak harus kita utamanakan yaitu UANG. Kenapa....? Yang jelas, bukanlah kita  hendak menafikan pentingnya urusan finansial, karena hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin, maksudnya, kita janganlah meletakkan urusan uang ini di depan. Uang itu sangatlah penting, tapi jangan kita letakkan sebagai landasan, sebagai judul, sebagai tema, sebagai tujuan, apalagi sebagai segala-galanya.

Kita harus belajar meletakkan urusan finansial sebagai sarana, bukan sebagai inti, jangan sekali-kali berpikir bahwa tanpa adanya dana, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan sampai karena minimnya dana kemudian kita jadi pesimis dan kehilangan semangat untuk bergerak maju.

Prinsip semacam ini sangatlah penting untuk kita pupuk kembali ke dalam tradisi kita. Sebab, Orang sukses sejati bukanlah orang yang memiliki kekayaan materi, sehingga ia bisa membeli apa saja,. Yang benar-benar orang sukses sejati adalah orang yang memiliki kekayaan jiwa, sehingga ia tidak bisa dibeli dengan apapun.

Jelas sekali, bahwa kunci keberhasilan Pondok Pesantren Todungih dan IAST-nya, ini sama sekali bukan terletak pada kesuksesan duniawi yang fana, semisal kesejahteraan, jabatan, nama besar dan semacamnya. Kesuksesan Pondok Pesantren Todungih dan IAST ini adalah terletak sejauh mana santri dan alumninya memiliki Akidah yang benar dan perilaku yang baik., Jika hal itu sudah tercapai, maka berikutnya adalah sejauh mana para santri dan Alumni Pondok Pesantren Todungih bisa membawa perubahan yang signifikan di tengah-tengah masyarakat.


Seperti telah kita ketahui bersama bahwa visi dari IAST ini adalah “khidmah lil ma’had dan khidmah lil ummat”, atau pengabdian kepada Pesantren dan Masyarakat., Pondok Pesantren Todungih sangat bangga bila ada alumninya yang bisa memberikan manfaat kepada Pesantren dan Masyarakat, bukan malah memanfaatkan pesantren demi kepentingan pribadinya.

Kita dituntut untuk berkiprah melakukan sesuatu untuk kepentingan agama, dan membawa perubahan yang baik di tengah ummat ini. Dan, untuk mencapai hal tersebut, tentu saja kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Di tengah-tengah kita  terlalu banyak orang yang berpikir keras untuk mengubah dunia dan orang lain, tapi sedikit sekali yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.

Maka, pondasi paling penting bagi kita adalah bagaimana kita tetap menjadi santri, di manapun kita berada, serta apapun profesi dan status sosial kita. Kalau jiwa santri melekat pada diri kita, maka apapun yang kita hadapi dan apapun yang kita alami, semua itu akan membawa kebaikan dalam hidup ini. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Todungih selalu dan akan selalu terus mengurus ibadah santri dan para alumninnya, bukan mengurus karir, kesejahteraan dan finansial mereka.

Bagi Pondok Pesantren Todungih, tidak ada masalah, santrinya menjadi apa saja. Apakah dia kaya atau miskin, apakah dia tokoh terhormat atau rakyat jelata.; tidak ada masalah, asalkan dia tetap bisa memelihara jiwa kesantriannya. Sebab, kalau jiwanya sudah salah, maka miskin akan menjadi masalah besar, dan kaya akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi, dan kalau menjadi orang besar akan seenaknya sendiri, menjadi orang kecil mengganggu ke sana ke mari. Namun, kalau jiwanya sudah baik, maka apapun posisi dan status dia, hal itu akan menjadi penunjang baginya untuk menjadi semakin baik, semakin dekat kepada Allah, atau bahkan membawa manfaat yang besar bagi orang lain.

Maka, saudara-saudara Alumni yang telah berkiprah di suatu tempat baik itu berumah-tangga, bekerja, berdagang, dan atau lain sebagainya, memiliki tanggung-jawab besar sebagai seorang Alumni pesantren bagi masyarakat., Mereka akan menilai Pondok Pesantren Todungih berdasarkan apa yang mereka lihat dan amati langsung dari saudara-saudara sekalian, baik ucapan, perbuatan, tingkah laku, pikiran, dan sebagainya., maka pertahankanlah nilai-nilai dan ciri khas yang telah disemmatkan oleh Pondok Pesantren Todungih ke dalam diri saudara-saudara Alumni sekalian., oleh karenanya Saudara-saudara seyogianya membawa hati dan pikiran Pondok Pesantren Todungih ke luar, bukan malah membawa budaya-budaya negatif dari luar ke Pondok Pesantren Todungih., bila ini yang terjadi, berarti nilai-nilai Pondok Pesantren Todungih di dalam diri saudara-saudara telah luntur sama sekali. Hal ini tentu tidak kita inginkan. Karena, visi misi Pondok Pesantren Todungih bukan untuk mengantar santrinya menjadi pejabat, pengusaha, dan semacamnya. Namun, Pondok Pesantren Todungih menyiapkan santri-santrinya berjiwa santri, agar kalau menjadi pejabat, dia bisa menjadi pejabat yang baik; kalau menjadi pengusaha, dia bisa menjadi pengusaha yang baik; kalau menjadi petani, dia bisa menjadi petani yang baik; dan begitulah seterusnya.

Oleh karena itu, kami senantiasa mendukung alumni untuk berkiprah di bidang apapun, asalkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan koridor agama yang telah diajarkan di Pesantren. Silahkan berkiprah di bidang apa saja: pendidikan, ekonomi, sosial, budaya dan seterusnya, kami akan selalu mendukungnya dengan doa. Dan, kita memang harus saling mendukung, saling mensupport, saling melengkapi dan saling memberi masukan. Jangan sampai saling menjegal, saling menyepelekan, atau saling meninggikan diri sendiri., Kerendahan hati saat kita berhasil meraih kesuksesan, itulah sesungguhnya hakikat dari kesuksesan seorang santri.

Saudara-Saudara alumni & simpatisan sekalian… Mengenai urusan finansial yang telah kami uraikan tadi, hal itu akan menjadi nilai plus yang sangat istimewa bagi seseorang Alumni apabila bisa menjadi sarana untuk meningkatkan ibadah, kepedulian sosial, dan semangatnya dalam membantu kebaikan. Sebaliknya, jika kekayaan tersebut membuat dia terlalu sibuk dengan urusan duniawinya sehingga melalaikan kewajiban dan perjuangan agama, maka kekayaan dan karir tersebut merupakan bentuk lain dari kemurkaan Allah SWT yang semakin menjauhkan dia dari-Nya.

Selama di Pesantren, dulu kita semua sudah sering mendengar tentang kisah Tsa’labah di masa Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ketika masih miskin, dia begitu rajin beribadah dan salat berjemaah, tapi ketika menjadi kaya raya, dia begitu sibuk mengurus ribuan hewan ternaknya, sampai lupa salat, dan enggan membayar zakat., Seperti juga Alumni, jangan bersemangat mendidik di masyarakat ketika masih pengangguran saja. Tapi ketika telah mepan secara finansial malah melupakan tugas utama sebagai santri. Betapa sangat naif dan ironisnya, apabila hidup ini berakhir dengan su’ul khatimah gara-gara tidak kuat dengan godaan dunia. Naudzu billah min dzalik.

Saudara-Saudara alumni & simpatisan sekalian… Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para alumni di berbagai daerah. Sudah banyak jasa perjuangan yang dihasilkan oleh alumni, baik secara personal/perorangan maupun secara kolektif keorganisasian.

Merupakan salah satu pemandangan yang sangat indah bagi kami,  ketika melihat para alumni begitu kompak, guyup dan berkumpul bersama-sama dalam kebaikan. Melihat hal itu, kebahagiaan kami ibarat bahagia seorang ibu ketika dimoment hari raya, kedatangan semua anak-anaknya yang tinggal saling berjauhan di mana-mana, alangkah bahagianya suasana itu, sekali lagi saya sangat bahagia bila melihat kalian berkumpul dalam kebaikan..!

Maka, marilah kita jaga kekompakan ini. Jangan mudah diadu domba dan termakan oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah kerukunan antar alumni. Sebesar apapun jumlah kita, bila kita terpengaruh dengan adu domba, niscaya kita menuju kehancuran. Jumlah yang besar justru akan mendatangkan kekacauan yang jauh lebih besar, jika terpecah ke dalam kubu-kubu yang saling menyudutkan dan saling menyerang.

Kedepankan tercapinya tujuan mulia yang ada di hadapan kita, dan selalu lihatlah arah kiblat kita, jangan mudah dipalingkan oleh persoalan-persoalan kecil yang sudah lumrah terjadi dalam setiap hubungan sosial antara satu orang dengan orang yang lain. Tidak ada masalah besar, jika kita menganggapnya kecil; dan tidak ada masalah kecil jika kita menganggapnya besar.

Saudara-Saudara alumni & simpatisan sekalian... Hal lain yang sangat penting untuk kita perhatikan dan kita respon dengan sungguh-sugguh adalah masalah Ākidah. Karena ini merupakan ikatan yang niscaya, bersifat final, dan jauh berada diatas ikatan-ikatan yang lain. Urusan akidah masih lebih penting dari pada urusan syariat. Urusan haq dan batil masih lebih penting dari pada urusan halal dan haram. Urusan benar dan sesat masih lebih penting daripada urusan baik dan buruk., Oleh karena itu, perhatian kita terhadap urusan akidah haruslah seratus persen, tidak boleh setengah-tengah, sebab inilah urusan yang paling prinsip dan tidak bisa ditawar lagi. Ākidah harga Mati

Kita ini, seringkali lebih bersemangat ketika membela paslon-paslon tertantu dalam pemilukada ketimbang membela ASWAJA “Akidah Ahlusunah Waljamaah”.Oleh karena itu, dalam struktur keorganisasian IAST ini memang sengaja ditiadakan bidang politik, sebab tanpa disuruhpun, syahwat politik kita sudah mudah bangkit. Mungkin suatu saat nanti, kalau syahwat politik kita sudah stabil dan dipandang perlu adanya, bidang politikpun bisa kita rencanakan.

Entah kenapa, semangat dan keberanian kita dalam percaturan politik begitu menggebu-gebu, sementara semangat dan nyali kita dalam wilayah pertarungan akidah tampak begitu lesu. Padahal, politik hanyalah kepentingan sementara, dan akidah adalah kepentingan abadi yang menjadi segala-galanya.

Bagi kita, akidah Ahlusunah Waljamaah (ASWAJA) merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar lagi. Maka, jika ada alumni Pondok Pesantren Todungih sudah menjadi penganut paham-paham yang menyimpang, secara otomatis dia sudah putus dengan Pondok Pesantren Todungih, dan secara esensial dia sudah tidak diakui sebagai alumni Pondok Pesantren Todungih. Statusnya sebagai alumni Pondok Pesantren Todungih, pada hakikatnya, sudah gugur dengan sendirinya. Naudzu billah min dzalik, wal I’yadzu billah.

Jadi, marilah urusan akidah ini kita jadikan sebagai puncak dari berbagai cita-cita yang dibangun melalui IAST ini. Semuanya mengarah ke sana. Jangan mudah termakan dengan tudingan-tudingan miring seperti intoleransi, ekstrem, ekskulsif dan semacamnya, jika kita berada dalam konteks membela kebenaran, Yang terpenting, kita membelanya dengan cara yang baik, memakai landasan keilmuan yang kuat dan menjauhi tindakan-tindakan anarkis. Kita harus tegas menyatakan bahwa yang haq itu haq, dan yang batil itu batil, dan inilah ikatan yang paling terkokoh antar Santri dengan Gurunya.

Semoga keberadaan IAST ini bisa menjadi jembatan khidmah serta menjadi jendela bagi kita untuk menengok ke luar dan memasukkan udara yang segar ke dalam rumah kita., Semoga kegiatan ini bisa menyuntikkan inspirasi kepada kita sekalian untuk menyadari pentingnya bergerak maju secara bersama-sama. Semoga segala khidmah kita bisa menjadi ikatan kuat yang nantinya bisamengumpulkan kita dengan guru-guru kita disurganya Allah SWT, pada saat masing-masing umat manusia dikumpulkan bersama orang-orang yang mereka cintai dan mereka teladani.

Semoga kita semua mendapatkan taufik dan pertolongan dari Allah untuk tetap melangkah dan berjalan di titian yang benar. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita, menjadikan keluarga dan anak-anak kita sebagai orang-orang saleh yang berilmu tinggi dan berakhlak mulia.Semoga Allah menenteramkan hidup kita dengan rezeki yang halal dan barokah, rezeki yang mudah saat dicari, terasa cukup saat di hati, dan membawa kebaikan saat digunakan sehari-hari.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْن .

Pengasuh
Pondok Pesantren Todungih

Ttd

KHM. ROSYAD IMAM

****selesai****


Demikianlah taujihat dari pengasuh PPT. Artinya, walaupun secara jasad beliau tidak hadir, tapi secara ruhaniyah dan perhatiannya, beliau ada di tengah-tengah para alimni di Bogor dan DKI-Bekasi.